INDaHNYa BeRBaGi

Hidup,rejeki dan maut memang rahasia Allah SWT.Itu sudah tidak dapat di pungkiri lagi buat kita makhluk ciptaanNya.Kita juga sebagai makhluknya semuanya sama di depanNya,yang membedakan hanya kadar keimanan dari kita.Tidak ada yang kaya maupun miskin..tapi pada kenyataannya hmmm bisa dilihat sendiri...Di negara kita status ekonomi sangat berpengaruh dalam suatu komunitas.Sangat berlebihan...rasanya status itu sudah mereka tanamkan baik kepada anak2 mereka yang sebenarnya belum mengerti apa itu perbedaan.Seandainya..dari kita sebagai orang tua mau mengajarkan sedikit saja buat berempati terhadap orang lain..insya allah...kertas putih yang tadinya kosong akan berisi kebaikan2an yang tidak akan rugi dunia akherat loh...
Berbagi di sini menurut aku nih...dari hal2 kecil yang ada di rumah,misalnya dengan asisten di rumah..Kita harus membiasakan memanggil dia dengan sebutan mbak atau setidaknya bibi..bukan nama..coz pastinya si mbak ini lebih tua dari anak2 kita.Dan dengan memanggil mbak kita berharap anak2 juga bisa menganggap si mbak ini bukan orang lain buat mereka.Sehingga anak2 di rumah bisa berbagi dalam segala hal dengan si mbak ini.Cerita berbagi yang lain yang bisa kita terapkan di dalam rumah buat orang lain yang ada diluar rumah seperti..Pastinya di lingkungan kita tidak semuanya memiliki keadaan yang sama.Mungkin ada yang berlebih.. Alhamdulillah..atau mungkin ada yang kekurangan...
Sebenarnya Allah mempunya cara yang berbeda untuk melimpahkan rejeki..ada yang mungkin bergelimpangan harta tapi di sisi lain ada yang harus bersusah payah mengais rejeki..
Seandainya kita bisa melihat apa yang terjadi disekitar kita...hmmmmm..pastinya tidak ada lagi si kaya dan si miskin...
Di sini komunitas kaya bertambah kaya dan komunitas si miskin makin miskin...Yang mesti kita perhatikan orang-orang di sekitar kita dulu,seperti saudara terdekat kita,setelah itu pembantu dirumah kemudian orang di sekitar tempat tinggal kita..Nah kalo diantara mereka semuanya dalam keadaan mampu..baru kita lihat ketempat2 penampungan seperti panti asuhan atau panti jompo.
Sebenarnya salah kalo kita selalu mengandalan peran pemerintah buat mengatasi hal ini...cobalah mulai dari diri kita sendiri tanpa menyalahkan pemerintah.Seandainya kita semua punya pikiran yang sama dengan apa yang saya tulis saat ini..insya allah...orang2 di sekitar kita tidak lagi ada yang kelaparan,atau buat anak2nya putus sekolah.
Rejeki yang Allah berikan mungkin lewat tangan2 kita tapi bukan berhenti sampai di situ saja.Atau bukan untuk di timpun memperkaya diri..Rejeki itu sudah seharusnya kita lanjutkan kepada orang2 yang memang memerlukannya.
Seperti yang Rasulullah wasiatkan kepada kita...
1.Selalu mencintai orang miskin.
Seperti Sabda Rasulullah,"Barangsiapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia dari seorang Muslim, Allah akan menghilangkan darinya satu kesusahan di hari kiamat. Dan barangsiapa yang memudahkan kesulitan orang yang dililit hutang, Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat” (Riwayat Muslim).
Seperti yang di contohkan para sahabat Rasulullah.
2.melihat orang yang lebih rendah kedudukannya dalam hal materi dunia.
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawahmu dan janganlah melihat orang yang ada di atasmu, karena hal demikian lebih patut agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah yang telah diberikan kepadamu.” (Riwaat Muttafaqun ‘alaihi).
Ini hanya sebagian dari wasiat Rasulullah..
Indah sekali kalo seandainya kita memulainya hari ini buat orang-orang di sekitar kita.Mudah2an kita bisa saling melengkapi dengan sesama makhluk Allah...Amien...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus banget mbak postingnya...

Anonim mengatakan...

nice post, mbak !
berbagi memang hal yang sangat indah, namun sayangnya sekarang ini makin jarang orang yg mau sukarela berbagi dengan sesama.
semoga postingan mbak, dapat menggugah rasa untuk berbagi terhadap sesama

Posting Komentar

tinggalkan pesan anda ya...